Thursday, April 6, 2023

[PAMANIS MARET] TulisanIsman Ibrahim, S,Pd SMP Pataruman

 

“Stop Flexing! Yuk hidup sederhana”
Oleh : Isman Ibrahim M., S,Pd

Akhir-akhir ini media sosial ramai atas kasus-kasus para pejabat yang tertangkap tangan memiliki harta yang fantastis bahkan melebihi perhitungan gaji mereka. Hal ini mencuat dikarenakan kasus flexing yang dilakukan oleh salah satu anak pejabat. jika dulu flexing dilakukan oleh orang-orang untuk menunjukkan kesuksesan dan gaya hidup dan diapresiasi oleh masyarakat yang dijadikan role model simbol kesuksesan. tidak berlaku hal ini pada sekarang di mana masyarakat lebih kritis siapa, Apa pekerjaannya, berapa penghasilannya serta Siapa saja anggota keluarganya dari orang-orang yang melakukan flexing ini?

 

kasus-kasus yang beredar akhir-akhir ini kalau misalnya kita telisik lebih dalam, itu dikarenakan anak muda yang pandai flexing ini meniru orang-orang sebelumnya yang telah melakukan flexing, idola-idola mereka yang kerap memamerkan gaya hidup kemewahan brand-brand terkenal mobil mewah ataupun liburan serta makanan membuat banyak anak muda meniru.

 

Hal ini tentu membuat kita sebagai praktisi pendidikan merasa khawatir dengan kasus-kasus yang terjadi akhir-akhir ini. kalau kita telisik awal mula para muda-mudi senang flexing di media sosial, karena meniru idola mereka yang salah. mungkin salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir Kebiasaan flexing dari anak muda adalah dengan cara memberikan literatur kisah-kisah hidup orang terdahulu yang bisa dijadikan role model gaya hidup atau tata cara bermasyarakat yang lebih baik. Misalnya sebagai praktisi pendidikan bisa memberikan cerita kepada siswa-siswa di sekolah yang tentunya angkatan muda-mudi zaman sekarang ini dengan kisah-kisah para nabi atau orang-orang yang memiliki riwayat hidup sederhana juga dengan memberikan penjelasan berkaitan cerita-cerita orang-orang zaman dahulu yang memiliki Kelakuan buruk pamer harta kemewahan dan juga akibatnya seperti apa.

 

ini bisa kita lakukan untuk satu memberikan role model yang baik kepada generasi muda sehingga mereka tidak melanjutkan tren flexing di media sosial yang berlebihan. Selain itu juga untuk menambah pengetahuan mereka berkaitan dengan cerita-cerita berkualitas yang dapat ditiru dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bisa kita lakukan untuk memperbaiki karakter buruk yang terlanjur ngetrend ini tanpa mengurangi apresiasi dari sikap kritis masyarakat ini yang berhasil membongkar banyak kasus dibalik kehidupan mewah flexer.

Gantilah kebiasaan hidup mewah itu dengan postingan gaya hidup sederhana. Jika memang hidup kita mewah juga tidak perlulah pamer berlebihan. Nikmati hidup dengan baik dengan hasil yang baik tanpa harus menyakiti yang kurang dan berlaku ingin disebut lebih..


0 comments:

Post a Comment