“Stop
Flexing! Yuk hidup sederhana”
Oleh : Isman Ibrahim M., S,Pd
Akhir-akhir ini media sosial ramai
atas kasus-kasus para pejabat yang tertangkap tangan memiliki harta yang
fantastis bahkan melebihi perhitungan gaji mereka. Hal ini mencuat dikarenakan
kasus flexing yang dilakukan oleh salah satu anak pejabat. jika dulu flexing
dilakukan oleh orang-orang untuk menunjukkan kesuksesan dan gaya hidup dan
diapresiasi oleh masyarakat yang dijadikan role model simbol kesuksesan. tidak
berlaku hal ini pada sekarang di mana masyarakat lebih kritis siapa, Apa
pekerjaannya, berapa penghasilannya serta Siapa saja anggota keluarganya dari
orang-orang yang melakukan flexing ini?
kasus-kasus yang beredar akhir-akhir
ini kalau misalnya kita telisik lebih dalam, itu dikarenakan anak muda yang
pandai flexing ini meniru orang-orang sebelumnya yang telah melakukan flexing,
idola-idola mereka yang kerap memamerkan gaya hidup kemewahan brand-brand
terkenal mobil mewah ataupun liburan serta makanan membuat banyak anak muda
meniru.
Hal ini tentu membuat kita sebagai
praktisi pendidikan merasa khawatir dengan kasus-kasus yang terjadi akhir-akhir
ini. kalau kita telisik awal mula para muda-mudi senang flexing di media
sosial, karena meniru idola mereka yang salah. mungkin salah satu cara yang
bisa kita lakukan untuk meminimalisir Kebiasaan flexing dari anak muda adalah
dengan cara memberikan literatur kisah-kisah hidup orang terdahulu yang bisa
dijadikan role model gaya hidup atau tata cara bermasyarakat yang lebih baik.
Misalnya sebagai praktisi pendidikan bisa memberikan cerita kepada siswa-siswa
di sekolah yang tentunya angkatan muda-mudi zaman sekarang ini dengan
kisah-kisah para nabi atau orang-orang yang memiliki riwayat hidup sederhana
juga dengan memberikan penjelasan berkaitan cerita-cerita orang-orang zaman
dahulu yang memiliki Kelakuan buruk pamer harta kemewahan dan juga akibatnya
seperti apa.
ini bisa kita lakukan untuk satu
memberikan role model yang baik kepada generasi muda sehingga mereka tidak
melanjutkan tren flexing di media sosial yang berlebihan. Selain itu juga untuk
menambah pengetahuan mereka berkaitan dengan cerita-cerita berkualitas yang
dapat ditiru dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bisa kita lakukan untuk
memperbaiki karakter buruk yang terlanjur ngetrend ini tanpa mengurangi
apresiasi dari sikap kritis masyarakat ini yang berhasil membongkar banyak
kasus dibalik kehidupan mewah flexer.
Gantilah kebiasaan hidup mewah itu
dengan postingan gaya hidup sederhana. Jika memang hidup kita mewah juga tidak
perlulah pamer berlebihan. Nikmati hidup dengan baik dengan hasil yang baik
tanpa harus menyakiti yang kurang dan berlaku ingin disebut lebih..



0 comments:
Post a Comment