“Katakan Tidak Pada
Child Free”
Oleh : Isman Ibrahim,
S.Pd
Memiliki kesempatan untuk mempunyai anak dan keturunan
merupakan suatu anugerah dari Allah SWT. Hadirnya sikecil ditengah tengah
keluarga menjadi simbol kebahagiaan dan puncak dari rasa cinta pasangan yang
telah menikah. Hadirnya keturunan yang dapat meneruskan segala usaha/upaya dan
apa yang dimiliki untuk generasi selanjutnya, mewarisi semua yang telah
diusahakan oleh orangtua dan menjadi harapan untuk perbaikan kualitas suatu
keluarga menjadi harapan atas lahirnya seorang anak. Zaman dulu kita sering
mendengar istilah banyak anak banyak rejeki dan terlihat oleh banyaknya anaknya
yang dimiliki oleh orang tua jaman dahulu. Dengan pola asuh yang terbatas
dengan dorongan tingkat taraf kehidupan yang relatif terjangkau karena profesi
kebanyakan keluarga saat itu sebatas bertani dan berdagang.
Namun dilain sisi, seiring berkembangnya dan majunya
pemikiran generasi sekarang ini. Memiliki anak keturunan menjadi hal yang tidak
hanya membahagiakan namun juga membuat cemas para orang tua. Karena bukan asal
hidup saja tapi penunjang kehidupan itu sendiri harus selalu terjamin untuk
sang buah hati.
Mahalnya biaya hidup, mahalnya pendidikan dan mahalnya modal
untuk menumbuh kembangkan seorang anak membuat generasi saat ini berpikir ulang
untuk memiliki seorang anak. Muncullah suatu paham bertajuk "Child
Free" dimana pasangan menikah/non married memilih untuk tidak memiliki
anak karena anak itu dianggap sebagai beban. Egoisme yang mereka pahami sudah
tidak menerima keyakinan bahwa anak itu anugerah dan malah menganggap anak
sebagai beban. Tangis anak membuat mereka risih, mengajari anak dianggap
terlalu merepotkan, anak dianggap mahal dan menganggap apa yang dirasa cukup
mesti tak ada anak, mereka merasa bahagia meski mereka tak berpikir bagaimana
masa tua mereka habiskan jika tak ada anak keturunan nantinya.
Kurang pekanya lembaga yang menangani masalah keluarga dan
kurangnya kesiapan serta tidak adanya edukasi berkaitan dengan persiapan
penataan keluarga baru juga memperburuk keadaan tersebut. Pengalaman pribadi
generasi saat ini yang berasal dari keluarga tak sempurna atau broken home
dengan menjadi saksi sekelumit permasalah orang tua. Child free/tanpa anak ini menjadi isu krusial
yang wajib diperhatikan oleh para edukator atau penyelenggara pendidikan di
sekolah. Dimana mereka berkewajiban memberikan pemahaman bahwa memiliki anak
setelah menikah dalam keluarga merupakan tugas pokok sebagai manusia untuk
mempertahankan eksistensinya dimuka bumi ini. Menjalankan tugas manusia dari
sang pencipta sebagai Khalifah dimuka bumi. Bumi ini bukan milik satu generasi
saja. Menikah saja tanpa memiliki anak tidak bisa dikatakan sempurna
kebahagiannya. Sudah jadi naluri makhluk hidup termasuk manusia untuk
bereproduksi.
Dinegara negara maju paham Child free ini menjadi trending
digenerasi muda saat ini terutama mereka yang baru menikah dan mulai berumah
tangga. Namun hal ini menjadi keprihatinan khusus pihak pemerintahan. Jepang
sebagai contoh, setiap tahunnya tingkat pengambil Alihan rumah dari kepemilikan
warga menjadi milik negara karena pemilik sebelumnya meninggal dan tidak ada
ahli waris meningkat tajam dari tahun ke tahun. Ini menunjukan bahwa tingginya
angka keluarga tanpa anak juga dari tahun ke tahun semakin tinggi. Hal tersebut
juga berbanding lurus dengan tingkat penutupan sekolah sekolah di negara
tersebut dikarenakan tingkat pendaftaran siswa baru disekolah sekolah tersebut
yang semakin menurun dari tahun ke tahun.
Hal ini menjadi salah satu hal yang menarik bagi saya untuk
menjadi topik pembahasan dalam sesi bimbingan dan diskusi dilingkungan sekolah.
Apa yang terjadi di Jepang tak perlu terjadi pula dinegara kita. Mari kita
tumbuhkan paham bahwa anak bukanlah suatu beban melainkan anugerah dan amanat
yang tidak diberikan oleh Allah kepada semua pasangan yang telah menikah.
Memperlihatkan kondisi pasangan berusia tua yang tak memiliki anak dan
membandingkan hal tersebut dengan keluarga sempurna yang terdiri dari ayah, ibu
dan anak untuk bersama sama memanen pahala dari Allah untuk menuntaskan
kewajiban sebagai muslim untuk membina keluarga yang taat.



0 comments:
Post a Comment