“Me-review Kisah menyenangkan Mata di Pulau
Gapi”
Oleh : Ela Lestari Rosilawati
Halo!
Perkenalkan saya
Ela Lestari pembimbing peserta TMBB V dari SMP Pataruman. Disini saya akan
mereview buku yang sudah saya baca beberapa waktu lalu.
Buku ini berjudul
Mata dan Rahasia di Pulau Gapi yang termasuk kedalam buku seri “Mata” yang
ditulis oleh Okky Madasari dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama yang
berjumlah 256 halaman.
Teknik review yang
saya pakai untuk mereview buku ini adalah fishbone.
Apa sih yang
diceritakan buku ini? Buku ini menceritakan tentang satu keluarga berisi Ayah,
Ibu dan seorang anak perempuan yang pindah dari hiruk pikuk ibu kota menuju
pulau penuh kedamaian di daerah Timur Laut Indonesia. Namun kedamaian yang
diidamkan Mama Matara hilang begitu suatu hari ia tak melihat Matara datang ke
“sekolahnya”.
Siapa saja sih
tokoh yang diceritakan di dalam buku ini? Selain anak perempuan dari keluarga
tersebut yang bernama Matara atau yang sering dipanggil Mata, ada juga
hewan-hewan ajaib yang menemaninya berpetualang di Pulau Gapi. Diantaranya Molu
si Kucing gendut dan Si Laba-laba penunggu Benteng Pusaka
Dimana saja tempat
Mata dan hewan-hewan ini berpetualang? Mereka berpetualang mengelilingi
Pelabuhan, Benteng Pusaka dan rumah Sang Sultan yang ada di Pulau Gapi.
Kapan Mama Matara
tak melihat Matara ada di rumahnya? Setelah mereka mendatangi perayaan Besar di
Balai Kota yang tak jauh dari rumahnya.
Kenapa Matara bisa
menghilang dari rumahnya? Karena sejak kepindahan mereka ke pulau tersebut banyak
kejadian-kejadian aneh yang disadari Matara dan kedua orangtuanya menghiraukan
keanehan tersebut. Salah satu keanehannya adalah penari Soya-soya yang
meramaikan Perayaan Besar itu tiba-tiba kesurupan massal dan juga Sang Sultan
yang tiba-tiba ambruk saat berdiri di depan banyak orang pada acara tersebut.
Bagaimana bisa
Matara menghilang dari rumahnya? Sebab Matara ingin mengetahui penyebab penari
Soya-soya yang tiba-tiba kesurupan Massal dan Sang Sultan yang tiba-tiba tak
sadarkan diri. Ia kabur dari rumah dan bertemu dengan Molu , kucing yang
membantunya untuk mengungkap keanehan di pulau Gapi. Selama perjalanannya,
mereka bertemu dengan Si Laba-laba penunggu Benteng Pusaka. Si Laba-laba adalah
penjaga Benteng Pusaka dari tangan-tangan manusia yang ingin merusaknya. Ia
membuat manusia-manusia jahat itu kesakitan bahkan meninggal gara-gara sengatan
beracunnya. Sudah lelah dengan caranya membasmi manusia-manusia jahat, ia
meminta bantuan langsung kepada Sang Sultan yang tengah berbaring di rumah
sakit. Dengan niat baik tanpa ingin menyakiti, Si Laba-laba meminta bantuan
Sang Sultan untuk mengusir Manusia-manusia yang ingin menghancurkan Benteng
Pusaka.
Jadi, apa nih
hikmah yang bisa kita ambil dari buku ini? Hikmah yang bisa kita ambill adalah
pentingnya menjaga alam/ peninggalan-peninggalan sejarah bangsa Indonesia yang
ada di sekeliling kita. Pusaka-pusaka/peninggalan-peninggalan tersebut dulunya
adalah milik seseorang yang juga di jaga dan dirawat dengan baik. Kita sebagai
penerus bangsa juga harus melakukan hal yang sama agar
alam/peninggalan-peninggalan tersebut tidak rusak dan tidak digunakan untuk
hal-hal yang tidak bermanfaat.
Nah itu tadi review
buku “Mata dan Rahasia di Pulau Gapi” dari saya. Sekian dan terimakasih. Salam
Literasi!



0 comments:
Post a Comment