“Peranan Orang Tua Dalam Pendidikan Dasar Islami”
Zaman
sekarang lembaga pendidikan sudah banyak dan dekat dengan lingkungan kita. Dari
mulai sekolah umum, swasta dan juga sekolah yang berorientasikan keagamaan
hadir untuk memenuhi kebutuhan ilmu. Beragam metode pengajaran, materi bidang
keilmuan dan bahkan kurikulum muncul dan saling bersaing untuk mendapatkan
calon siswa dipasar masyarakat.
Namun tahukah anda guru pertama
kita? Bukanlah guru di sekolah dasar bukan pula guru ngaji dan bukan pula guru
TK/PAUD. Guru pertama dalam keluarga adalah orangtua. Ibu yang mengajarkan kita
berbicara. Ayah yang mengajarkan kita ilmu bertahan hidup dan mencari rejeki
halal bagi keluarganya. Masih ingat dengan istilah Ibu adalah Madrasah pertama
bagi anaknya? Karena seorang anak pertama kali diajari berbicara dan mengenal
lingkungan sekitarnya oleh ibunya. Munculnya istilah Bahasa Ibu untuk merujuk
pada bahasa yang kita pakai sehari hari berkomunikasi diindikasikan diajarkan
oleh ibunya. Itulah mengapa kefasihan dan logat serta pemilihan kosa kata pada
anak sangat dipengaruhi oleh gaya bahasa yang digunakan oleh ibunya. Pengenalan
huruf, angka dan kegiatan kegiatan sederhana diajarkan oleh ibu.
Dilain sisi apakah tugas ayah hanya
sebatas menghadirkan hidangan terbaik
diatas meja makan keluarganya? Sebetulnya menghadirkan pendidikan terbaik bagi
keluarganya: anak dan istrinya adalah kewajiban sang ayah. Kita diingatkan akan
hal ini oleh sosok Lukman dalam AL – Qur’an yang bahkan suratnya pun dinamai
dengan sosok yang mulia ini. Ia bukan seorang nabi tapi mendapat gelar Al
Hakim, bijaksana. Lukman berpesan pada anaknya secara tegas bahwa pendidikan
pertama yang harus didapatkan seorang anak adalah keteguhan iman. Bagaimana
Lukman menasihati anaknya untuk tidak berbuat Syirik kepada Allah dan menyebut
bahwa perbuatan semacam itu adalah dosa yang sangat besar. Lukman juga berpesan
agar anaknya berbakti kepada orangtuanya terutama Ibunya yang telah mengandung
sembilan bulan dalam keadaan lemah dan melemahkan.
Dari pemaparan diatas perlu kita
simpulkan bahwa pola pendidikan dasar dalam Islam berawal dari mencari sosok
pasangan hidup dalam berkeluarga, bagaimana kriterianya bukan cantik atau
rupawan melainkan bisakah seorang calon ibu menjadi rolemodel/madrasah ula/
sekolah pertama bagi anaknya. Dalam pemaparan diatas pula dijelaskan bahwa
calon seorang ayah terbaik bukanlah yang banyak hartanya melainkan sosok orang
yang mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan mampu memimpin dan membimbing
kelaurganya untuk selalu meneguhkan iman dan taqwa.
Penulis mengambil tema ini untuk
menjadi bahan renungan bagi anak anak yang beranjak remaja khususnya siswa
siswi di Sekolah Menengah Pertama yang mulai memasuki pubertas. Pendidikan
Pra-Nikah memang belum menjadi materi pokok dari suatu pelajaran disekolah dan
hanya menjadi lembaga yang kurang aktif di bawah kementerian agama saja. Namun
hal tersebut sangat penting untuk dihadirkan dalam suasana bimbingan dan
konseling disekolah karena generasi terbaik dimulai dengan keluarga yang masing
masing anggota keluarganya mengerti tugasnya sehingga tercipta keluarga
surgawi.



0 comments:
Post a Comment