Sunday, November 6, 2022

[PAMANIS OKTOBER] Tulisan Elita Mahpud, S.Pd Pembimbing TMBB SMP Pataruman

 “Stop Bullying!”

Oleh : Elita Mahpud, S.Pd

Bullying merupakan salah satu tindakan kekuasaan yang dapat menyakiti seseorang baik secara verbal maupun non verbal. Tindakan bully ini akan berdampak pada kesehatan fisik maupun mental. Perilaku bully biasanya dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang merasa bahwa dirinya memiliki kekuasaan untuk dapat melakukan apa saja terhadap korbannya. Korban juga akan merasa bahwa dirinya adalah seseorang yang lemah tak berdaya dan selalu merasa terancam oleh bully.

 

Faktor terjadinya bullying antara lain keluarga, sekolah, teman sebaya, lingkungan masyarakat, maupun sosial media. Faktor keluarga, biasanya berasal dari keluarga yang bermasalah, orang tua sering melakukan hukuman kepada anaknya secara berlebihan. Dari tindakan tersebut anak akan meniru dan mempelajari perilaku bullying tersebut dan akan diimbaskan kepada teman-temannya. Faktor sekolah, sering kali mengabaikan perilaku bullying ini, yang mengakibatkan anak sebagai pelaku akan merasa mendapatkan penguatan terhadap perilaku yang mereka lakukan. Faktor teman sebaya, ketika anak berinteraksi dengan teman sekolah maupun teman lingkungan rumah, terkadang anak terdorong untuk melakukan bullying. Anak melakukan bullying untuk membuktikan bahwa mereka bisa masuk dalam komunitas tertentu, meskipun dirinya sendiri merasa tidak nyaman dengan perilaku yang ditampilkannya. Faktor lingkungan masyarakat pula dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya perilaku bullying. Salah satunya yaitu kemiskinan. Mereka yang hidup dalam kemiskinan akan berbuat apa saja demi memenuhi kebutuhan hidupnya, maka dari itu dilingkungan sekolah sering terjadi pemerasan antar siswa. Sedangkan faktor dari sosial media itu bisa terjadi karena pola perilaku bullying dari segi tayangan yang mereka tampilkan.

 

Adapun jenis-jenis bullying diantaranya (1) bullying fisik, jenis bullying fisik ini yang paling mudah diidentifikasi. Jenis penindasan secara fisik diantaranya memukul, mencekik, menendang, merusak dan menghancurkan barang orang yang ditindas, dll. (2) bullying verbal, bullying verbal ini merupakan bentuk penindasan yang sering terjadi. Kekerasan secara verbal mudah dilakukan tanpa terdeteksi. Penindasan verbal ini dapat berupa celaan, fitnah, penghinaan, julukan nama orang tua, dll. (3) bullying relasional, jenis bullying ini paling sulit diidentifikasi dari luar. Penindasan rasional merupakan pelemahan harga diri si korban, penindasan sistematis melalui pengabaian, pengucilan, pengecualian, atau penghindaran. Penindasan rasional dapat digunakan untuk mengasingkan atau menolak seorang teman atau secara sengaja ditunjukkan untuk merusak sebuah persahabatan, (4) cyber bullying, ini merupakan bentuk bullying yang terbaru, semakin berkembangnya teknologi, internet, dan sosial media akan lebih mempermudah pelaku untuk membullying korban. Bentuk pembullyan tersebut dapat berupa mengirimkan pesan yang dapat menyakiti hati, membuat website yang dapat mempermalukan si korban, memposting video atau gambar si korban dengan tujuan untuk mempermalukannya.

 

       Salah satu cara untuk mencegah terjadinya perilaku bullying, maka dari itu kita harus menerapkan perilaku stop bullying. Program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman kepalda seluruh elemen sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, staf dan juga seluruh peserta didik. Tujuan di adakannya program stop bullying itu untuk menyadarkan semua orang bahwa tindakan bullying dalam bentuk apapun itu tidak dapat ditolerir.


0 comments:

Post a Comment