“Stop Bullying!”
Oleh
: Elita Mahpud, S.Pd
Bullying
merupakan salah satu tindakan kekuasaan yang dapat menyakiti seseorang baik
secara verbal maupun non verbal. Tindakan bully ini akan berdampak pada
kesehatan fisik maupun mental. Perilaku bully biasanya dilakukan oleh seseorang
atau sekelompok orang yang merasa bahwa dirinya memiliki kekuasaan untuk dapat
melakukan apa saja terhadap korbannya. Korban juga akan merasa bahwa dirinya adalah
seseorang yang lemah tak berdaya dan selalu merasa terancam oleh bully.
Faktor
terjadinya bullying antara lain keluarga, sekolah, teman sebaya, lingkungan
masyarakat, maupun sosial media. Faktor keluarga, biasanya berasal dari
keluarga yang bermasalah, orang tua sering melakukan hukuman kepada anaknya
secara berlebihan. Dari tindakan tersebut anak akan meniru dan mempelajari
perilaku bullying tersebut dan akan diimbaskan kepada teman-temannya. Faktor
sekolah, sering kali mengabaikan perilaku bullying ini, yang mengakibatkan anak
sebagai pelaku akan merasa mendapatkan penguatan terhadap perilaku yang mereka
lakukan. Faktor teman sebaya, ketika anak berinteraksi dengan teman sekolah
maupun teman lingkungan rumah, terkadang anak terdorong untuk melakukan
bullying. Anak melakukan bullying untuk membuktikan bahwa mereka bisa masuk
dalam komunitas tertentu, meskipun dirinya sendiri merasa tidak nyaman dengan
perilaku yang ditampilkannya. Faktor lingkungan masyarakat pula dapat menjadi
salah satu penyebab terjadinya perilaku bullying. Salah satunya yaitu
kemiskinan. Mereka yang hidup dalam kemiskinan akan berbuat apa saja demi
memenuhi kebutuhan hidupnya, maka dari itu dilingkungan sekolah sering terjadi
pemerasan antar siswa. Sedangkan faktor dari sosial media itu bisa terjadi
karena pola perilaku bullying dari segi tayangan yang mereka tampilkan.
Adapun
jenis-jenis bullying diantaranya (1) bullying fisik, jenis bullying fisik ini
yang paling mudah diidentifikasi. Jenis penindasan secara fisik diantaranya
memukul, mencekik, menendang, merusak dan menghancurkan barang orang yang
ditindas, dll. (2) bullying verbal, bullying verbal ini merupakan bentuk
penindasan yang sering terjadi. Kekerasan secara verbal mudah dilakukan tanpa
terdeteksi. Penindasan verbal ini dapat berupa celaan, fitnah, penghinaan,
julukan nama orang tua, dll. (3) bullying relasional, jenis bullying ini paling
sulit diidentifikasi dari luar. Penindasan rasional merupakan pelemahan harga
diri si korban, penindasan sistematis melalui pengabaian, pengucilan,
pengecualian, atau penghindaran. Penindasan rasional dapat digunakan untuk
mengasingkan atau menolak seorang teman atau secara sengaja ditunjukkan untuk
merusak sebuah persahabatan, (4) cyber bullying,
ini merupakan bentuk bullying yang terbaru, semakin berkembangnya teknologi,
internet, dan sosial media akan lebih mempermudah pelaku untuk membullying
korban. Bentuk pembullyan tersebut dapat berupa mengirimkan pesan yang dapat
menyakiti hati, membuat website yang dapat mempermalukan si korban, memposting
video atau gambar si korban dengan tujuan untuk mempermalukannya.
Salah satu cara untuk mencegah terjadinya
perilaku bullying, maka dari itu kita harus menerapkan perilaku stop bullying.
Program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman kepalda seluruh elemen
sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, staf dan juga seluruh peserta didik.
Tujuan di adakannya program stop bullying itu untuk menyadarkan semua orang
bahwa tindakan bullying dalam bentuk apapun itu tidak dapat ditolerir.



0 comments:
Post a Comment